Kamis, 21 April 2011

Upacara Adat Papua Menyambut Kematian

Di daerah Papua yang menjadi provinsi paling timur Indonesia, terdapat ritual-ritual khusus dalam merayakan atau menyambut sesuatu. Mulai dari kelahiran sampai momen kematian seseorang. Ritual ini tak sekedar ritual, tapi sudah menjadi upacara adat Papua yang menjadi ciri khas suku-suku di daerah tersebut.
Fase kehidupan akan berakhir pada kematian. Dalam upacara adat papua, seseorang yang meninggal akan diperlakukan khusus. Tak hanya jenazah saja, tapi keluarga dari orang yang meninggal pun akan mendapat perlakuan khusus yang mungkin tidak akan bisa ditemukan di daerah lain. Bahkan, ritual-ritual ini dianggap aneh dan tak biasa bagi orang di luar Papua.

Tahapan Upacara Adat Papua (Kematian di Suku Dani)
Salah satu suku di daerah Papua yang masih melakukan upacara adat kematian yang tak biasa adalah Suku Dani. Berikut ini adalah tahap-tahap upacara adat kematian yang dilakukan oleh orang Dani:
Ritual akan diadakan di sebuah lapangan luas yang menjadi pusat perkampungan. Orang yang meninggal, jenazahnya akan dirias atau diberi hiasan khas Suku Dani, kemudian didudukkan di sebuah singgasana khusus yang disebut “bea”.Semua wanita akan melumuri tubuh mereka dengan lumpur putih.Seluruh keluarga orang yang meninggal, termasuk semua orang yang datang melayat, akan mengungkapkan kesedihan mereka dengan cara duduk mengelilingi jenazah, lalu mereka akan menangis dan meratap sambil menyerukan nyanyian kematian.Sebagai simbol kesedihan karena kehilangan, seorang dukun yang sudah dipercaya akan memotong ruas jari dari salah satu anggota keluarga yang sedang berkabung. Pemotongan ini biasanya menggunakan kapak batu atau bambu. Setelah dipotong, jari yang terluka akan dibalut dengan daun-daunan khusus yang sudah disiapkan.Upacara adat Papua ini akan dilakukan bila ada kesedihan/kehilangan anggota keluarga (meninggal). Bila jari sudah habis, yang dipotong berikutnya adalah sebagian daun telinga.Setelah ritual potong jari, akan dilakukan pembakaran daging babi. Sebagian daging babi tersebut akan dipersembahkan pada ruh orang yang sudah meninggal (disebut juga dengan “ame”). Sebagian lain dari daging babi yang sudah masak akan disantap bersama-sama.Ketika sore, seluruh perhiasan yang ada pada jenazah akan dilepaskan. Tubuh jenazah lalu dipoles dengan minyak babi. Setelah itu pembakaran jenazah pun dimulai.Itu adalah tahapan upacara adat Papua, khususnya di Suku Dani, saat terjadi kematian di tengah-tengah mereka. Namun, saat ini ritual-ritual itu mulai ditinggalkan seiring dengan masuknya berbagai agama (contohnya nasrani) ke tengah-tengah masyarakat.

1 komentar:

Dyah Andriani mengatakan...

Apa sekarang masih ada upacara begitu mengingat perkembangan jaman yang semakin maju.,
Masyarakat juga sudah mulai mengenal pendidikan..

Bukankah dibakar lebih baik daripada melihat orang dimutilasi seperti itu?

Poskan Komentar